Oleh: Dite Umma Gaza (Pegiat Dakwah)
Wacana-edukasi.com, OPINI– Derita Al-Quds Palestina kian berkepanjangan. Berbulan-bulan rakyat Palestina tak kunjung memperoleh kebebasan, bahkan gencatan senjata pun seolah menjadi kooptasi para penjajah. Bantuan yang seharusnya sudah bisa masuk ke Palestina, masih di tahan di perbatasan. Rakyat makin menderita di tengah puing-puing dan kelaparan.
Hammas menuduh Benjamin Netanyahu melanggar kewajibannya berdasar kesepakatan gencatan senjata. Para mediator diminta agar bernegosiasi tahap kedua. Gencatan senjata sementara tersebut disetujui bagi umat Islam selama bulan Ramadan, bagi umat Yahudi di hari raya Paskah (alinea.id, 2-3-2025)
Zionis adalah penjajah, mereka datang ke Palestina dengan ilegal. Berawal pada tahun 1917, yaitu Deklarasi Balfour dan pengakuan Barat. Mereka merebut tanah Palestina yang diberkahi, yang telah dibebaskan oleh Khalifah Umar Bin Khattab ra. Serangan balasan entitas Yahudi bukan hanya sekadar membela diri. Target perang mereka adalah anak-anak, perempuan, dan lansia. Rumah sakit, sekolah, dan fasilitas ibadah pun tak luput di bombardir.
Kooptasi Al-Quds telah merampas kebebasan umat Islam untuk beribadah di tanah suci sendiri. Dengan dalih keamanan, salat tarawih di Al-Quds dibatasi. Hal ini sangat jelas menunjukkan bahwa zionis Yahudi masih menjajah Palestina. Di tengah gencatan senjata penjajah zionis banyak mengambil kebijakan baik di tepi Barat maupun di Gaza secara keseluruhan. Palestina masih di bawah kendali penjajahan entitas Yahudi. Secara terang-terangan zionis selalu melanggar perjanjian. Perundingan untuk tahap kedua pun selalu ditunda untuk memenuhi kebutuhan politik Netanyahu yang sempit.
Jangan Berharap pada Barat
Entitas Yahudi sangat memahami bahwa umat Islam akan mengupayakan perlawanan di Palestina. Untuk itu, umat Islam tak boleh menyerah dalam memperjuangkan kebebasan Palestina. Yahudi yang di dukung penuh oleh Amerika Serikat selalu menggunakan berbagai strategi agar Palestina tidak jatuh kembali ke tangan umat Islam.
Kemerdekaan tanah suci Al-Quds harus diperjuangkan, dan jangan terlena dengan tipu daya atau solusi yang diberikan Barat. Bahkan, Solusi yang diberikan Barat seolah menjadi jalan keluar dari perang, akan tetapi sejatinya hanya solusi yang menguntungkan pihak mereka para penjajah. Sesungguhnya solusi yang paling tepat hanya dengan Islam, bukan dengan negosiasi yang tidak menyelesaikan akar masalah.
Sistem kapitalisme buatan Barat telah membuat umat Islam selalu ditindas, dilecehkan, ditekan, dan diintimidasi. Inilah sistem yang selalu menjauhkan agama dari kehidupan umat. Umat Islam dibikin bodoh dan terlena dengan sibuk mengumpulkan pundi-pundi uang hanya untuk kesenangan dunia fana.
Keadaan umat Islam yang terus ditekan, ditindas, diintimidasi, bahkan dilecehkan, tak lain karena tunduk pada sistem buatan Barat. Negara Barat sangat menyadari jika kaum muslim bangkit, kekuasaan mereka akan semakin sempit, dan tidak ada lagi negara boneka yang mau memberikan kekayaan negaranya.
Umat Islam Allah Swt karuniai sumber daya alam yang berlimpah. Sumber daya yang dapat menjadi kekuatan dahsyat untuk mengusir dan menghancurkan Zionis di tanah Palestina. Sumber daya alam seperti minyak bumi dan air yang menjadi tumpuan entitas Yahudi harus melewati jalur daratan, pelayaran dan udara negeri-negeri Islam. Seharusnya semuanya itu dapat digunakan untuk menekan dan mengusir entitas Yahudi dari tanah Palestina.
Umat Islam juga memiliki kekuatan militer yang jumlahnya berkali-kali lipat dibanding jumlah pasukan militer entitas Yahudi. Jika seluruhnya bersatu di bawah komando Khalifah (pemimpin Islam) maka dengan mudah akan mengalahkan militer Yahudi.
Islam Satu-satunya Solusi
Untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan keamanan dunia, maka Islam harus dihadirkan dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemuliaan Islam akan menghantarkan manusia menjadi khairu ummah atau umat terbaik. Umat Islam harus sepenuhnya sadar bahwa persoalan Palestina adalah persoalan bagi seluruh umat Islam bukan hanya persoalan penduduk Gaza semata.
Permasalahan Palestina yang berkepanjangan seolah tiada menemui titik akhirnya. Sudah saatnya solusi Islam menyelesaikan permasalahan di Palestina dan negara terjajah lainnya. Yahudi zionis yang didukung penuh oleh Barat secara terang-terangan telah memusuhi Islam. Oleh karena itu, wajib bagi kaum Islam bersatu dan menyatakan perang melawan kekejian Zionis, yaitu dengan mengirim pasukan militer di bawah komando seorang Khalifah. Hal ini karena ia merupakan perisai (junnah) bagi rakyatnya. Allah Swt telah memerintahkan untuk memerangi kaum kafir yang memerangi umat Islam. Allah Swt berfirman :
ٱلشَّهْرُ ٱلْحَرَامُ بِٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ وَٱلْحُرُمَٰتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَٱعْتَدُوا۟ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا ٱعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
“Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (TPS. Al-Baqarah : 194)
Jihad mengirim pasukan militer Islam ke medan perang menjadi satu-satunya solusi tuntas untuk membebaskan Palestina. Oleh karena itu, tegaknya Islam harus menjadi tujuan utama seluruh umat muslim. Dengan demikian kaum muslim harus bersatu dan berjuang agar syariat Islam yang merupakan petunjuk dan aturan kehidupan yang berasal dari Allah Swt. harus ditegakkan. Sungguh, hanya sistem Islam yang dapat menyelesaikan semua penderitaan umat, dan membawa manusia pada kebangkitan. Hal ini karena sistem Islam adalah agama dan sistem kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia.
Sungguh, umat Islam tidak mampu bangkit jika masih menyandarkan harapan kepada sistem kapitalisme demokrasi buatan Barat, kecuali hanya berujung pada penderitaan. Dengan demikian, sudah saatnya lepas dari ideologi kapitalisme demokrasi, dan kembali pada cahaya Islam untuk meraih kemerdekaan umat.
Bulan Ramadan akan menjadi saksi bagaimana perjuangan setiap umat dalam menegakkan Islam. Kemerdekaan kaum muslim, khususnya tanah suci Al-Quds harus terus disuarakan. Opini Islam harus disebarkan seluas mungkin kepada masyarakat umum. Sehingga perasaan dan pemikiran kaum Muslim dapat seragam untuk diatur oleh aturan Islam. Wahai kaum Muslim, nasib Gaza ada di tangan kita. Jangan tinggalkan mereka, jadilah barisan yang memperjuangkan kebebasan Palestina. [WE/IK].
Views: 8
Comment here